Ada berita yang cukup membuat shock hari ini. Sepasang suami istri yang gue tau sepatutnya menjadi panutan, yang sepatutnya mengerti bahwa pernikahan itu adalah sesuatu yang betul-betul sakral dan ga bisa ditawar-tawar; sepasang suami istri ini katanya telah berpisah, bahkan bercerai. Kenapa 2 orang yang saling sayang bisa sampai akhirnya bercerai?? Bener-bener ga habis pikir. Pantes aja gue perhatiin anak mereka kelihatan pendiam sekali. Ada sesuatu di anak itu yang ga bisa gue jelasin sebelumnya. Gue cuma merasa pasti ada sesuatu dengan dia sampai dia jadi pendiam begitu.
Kenapa harus bercerai sih?? Bukannya dulu mereka saling sayang satu sama lain?? Apa perbedaan, pertengkaran dan lainnya ga bisa diselesaikan dengan jalan damai?? Sama-sama mencari pemecahan dan jalan keluar yang baik, dan bukannya malah berpisah. Gue inget pribahasa yang bilang “Time heals all wounds” (“waktu mengobati segala luka”). Tapi apa waktu itu begitu ajaibnya, bukan hanya dia mengobati luka, tapi dia juga bisa melunturkan semua rasa sayang dan membuat orang mengingkari janji setia kepada orang lain???? (Mungkin pada waktu itu sebetulnya janji itu ga sungguh-sungguh diucapkan dengan segenap hati…)
Anak-anak. Selalu anak-anak yang jadi korban. Beberapa hari lalu, di Oprah Show juga kebetulan membahas masalah ini. Hebatnya lagi, anak-anak dari orang tua yang bercerai itu merasa bahwa merekalah biang keladi penyebab orang tuanya bercerai. Mereka merasa bersalah. Mereka menyalahkan diri sendiri, menganggap diri mereka sudah bertingkah laku begitu buruk sehingga pertikaian antara ayah ibunya dapat terjadi. Lalu mereka memendamnya dalam hati, tidak berani berbicara dan orang tua mereka juga berpikir tidak perlu membahas masalah itu dan meminta maaf karena menganggap mereka masih kecil.
Lalu seorang konselor datang. Semua anak-anak ini tidak bisa menahan air mata saat konselor itu berusaha berbicara kepada mereka dari hati ke hati dan mengatakan bahwa semuanya itu bukan salah mereka sama sekali. Bahkan anak laki-laki berumur sekitar 6-7 tahun pun ga bisa berhenti menangis…Semua satu keluarga yang diwawancarai menangis (Cuma ayah dan 2 anaknya yang hadir, ibunya tidak hadir). Kalau hal itu begitu menyakitkan, lantas kenapa harus bercerai???
Gue mungkin ga ngerti & blum ngerti apa sebabnya orang bercerai, karena gue sendiri blum menikah. Tapi mungkin konflik antara mereka udah parah banget dan ga bisa tercapai kata kesepakatan kali. Entahlah… Yang jelas, semua perceraian ini membawa dampak yang buruk bagi anak-anak. Tadinya gue berpikir mereka “cuma” akan kehilangan figur ayah atau ibu dalam hidup selanjutnya. Tapi ternyata lebih dari itu. Ayah dan ibu yang bercerai sudah memberi luka batin yang akan dibawa oleh anak mereka seumur hidupnya. Kemanapun anak itu melangkah, dia akan mengingat pertengkaran yang terjadi di rumahnya dan bagaimana rumah yang hangat itu bisa tiba-tiba menjadi begitu dingin.
Mungkin, kalau anak itu adalah seorang pejuang yang berhati besar, dia akan beruntung dan bisa hidup normal seperti anak-anak yang lain kalau sudah besar. Mungkin, nanti pada akhirnya dia bisa ngomong “Time heals all wounds”.
Semoga deh….
Posted in Uncategorized | Tags: keluarga, menikah, perceraian, Oprah Show, bercerai, pernikahan



