Wahai Guru Indonesia, Apa Kabarmu?

Standard

“Saya dari Indonesia, saya lahir di Indonesia dan saya berbahasa Indonesia. Nama saya Ibu Imelda.”

 

Kalimat yang cukup berani diucapkan oleh seorang guru di depan lebih dari 300 orang tua murid yang hadir dalam acara orientasi perkenalan guru di tahun ajaran baru. Saya tertegun. Ingin rasanya mengucapkan kata-kata yang sama, namun lidah ini ga bisa diajak kompromi. Ia harus mengatakan apa yang seharusnya dikatakan sesuai dengan peraturan yang ada. Jadilah saya berbahasa Inggris sewaktu memperkenalkan diri, sama seperti 30 orang lainnya yang notabene memang bukan orang Indonesia.

Saya merasa menjadi orang asing di tanah sendiri. Karena kami, orang Indonesia, menjadi minoritas. Tapi kemanapun saya melangkah, saya melihat kecenderungan ini di mana-mana. Tenaga kerja Indonesia, khususnya guru, sudah menjadi orang asing di tanah sendiri. Read the rest of this entry

Life Begins at 40

Standard

Meeting some great friends during these few days really opened my mind. I’ve been thinking about this a lot. I’m married. I have a good husband. I have a good job. I don’t have any kids. So practically what I want in life has been accomplished. I would say that I want a bigger house, more fancy dresses, more money in the saving account,… but then, to what limit? There is no limit to such things. The limit is GRATEFULNESS. SATISFACTION.

With practically no burden in life, just passing days like this, I still have maybe 17 years to work (if the Lord permits, now that I’m 38 already!) Gosh, this is too old to realize one’s potential and passion!! How I wish I could discover myself sooner: who I am, where I’m going, what is the purpose I’m here… How I wish that I didn’t listen to any of other people’s undermining talks and points of view. Everything would have been different. But I know this is not it! I’m still waiting for something big and it is revealing itself now. But the pace is so slow that I really can’t wait to break the cocoon to see what’s inside me. Or is it me hibernating in the inside and waiting the cocoon to crack? I can’t wait to see the world out there, with thousands of opportunities laid ahead. So near, yet it feels so far. How can I grab them?

Well, with my new job at hand, the job that I had in mind for this past year, I figured out that I didn’t want to just do my job well. Is that the job of my life? Is that why I’m here for? (question and question and still can’t figure out the answer). However,  I did find out that I want to do these things while waiting my cocoon to break: Read the rest of this entry

Kepuasan Batin Setelah Bermacet-Macet Ria

Standard

Waktu perjalanan pulang dari Puncak menuju Cengkareng dan bermaksud cari makan malam, kami salah jalan. Tapi salah jalan yang ini berakhir dengan perut hepi… blessing in disguise… lol

Kami tiba-tiba menjumpai resto Roc N’ Ron di pinggir jalan tol, out of no where.  Maklum kami blom pernah ke daerah Meruya. Pucuk di cinta ulam tiba!! Emang dasar perut lagi laperrr…

Suasana restonya lumayan enak, tidak terlalu ramai, meskipun waktu itu malam Minggu. Cuma ada beberapa meja yang terisi. Mungkin karena lokasinya yang kurang strategis. Ga ada mal, dan bukan di dalam kompleks perumahan.

Aku memesan half baby pork rib dan misua memesan salmon steak. Salmon steak-nya rasanya biasa, tapi baby pork rib-nya maknyuuuusss….. cuma bagi yang kelaparan, rasanya mending pesan yang utuh aja, jangan yang setengah. (waktu itu aku pesan setengah, dengan pertimbangan kami makan udah jam stengah 10 malam!! Dan aku ga mao berakhir dengan perut buncit…. tongue)

Harganya pun masih tergolong reasonable, sekitaran Rp100.00 per orang. Tapi ini tentu aja tergantung menu yang dipesan. Makin besar porsinya, tentunya harga pun semakin mahal.

 

 

IMG_20130629_211507[1]IMG_20130629_211711[1]

 

IMG_20130629_214437[1]

Pelayanannya cepat dan terbilang ramah. Akhir santap malam kami, mereka  masih menanyakan apa ada yang kurang, apa ada yang ga enak. (“Yaaa…. kurang banyak, maaasss” mad)
Perjalanan ke Puncak yang gagal karena macet dimana-mana berakhir dengan kepuasan batin… hehehe…

Dibunuh Gara-Gara Surat Cinta

Standard

Pernah nonton film “Romeo and Juliet”?? Well… ini ada kisah cinta versi lainnya yang lebih mengharukan sekaligus menjengkelkan. Terjadi pada seorang anak remaja bernama Manish Kumar.

 

Lalu siapakah Manish Kumar ini?? Cuma seorang bocah biasa yang sedang jatuh cinta. So… what’s wrong about falling in love?? Apa salahnya dengan jatuh cinta??

Read the rest of this entry

Wall-E and Our Lives

Standard

I and my friends went to watch Wall-E a couple of weeks ago. I was really curious about it because one of my friends said, he wanted to watch it on the big screen even after watching it on the DVD. There must be something amazing about it.

  Read the rest of this entry

How Does It Feel To Be A Father?

Standard

Dear readers,

 

I’m doing a research on how it feels to become a father.

How many of you are fathers??

I’m a woman and not married yet, so for sure I can’t describe how fathers feel towards their children.

How did you feel when your child was born?

I know you must be very happy and proud of him.

But was there any other feelings besides that?

Read the rest of this entry

I cherish

Standard

Someone told me a long time ago that to cherish was better than to love. I asked him why, then he said, “To love is to love only. But to cherish is not only to love, but it is also to honour, to take care of and to protect. It is deeper than just loving.”  I was really amazed at his point of view.

Read the rest of this entry

Mestikah Bercerai?

Standard

Ada berita yang cukup membuat shock hari ini. Sepasang suami istri yang gue tau sepatutnya menjadi panutan, yang sepatutnya mengerti bahwa pernikahan itu adalah sesuatu yang betul-betul sakral dan ga bisa ditawar-tawar; sepasang suami istri ini katanya telah berpisah, bahkan bercerai. Kenapa 2 orang yang saling sayang bisa sampai akhirnya bercerai?? Bener-bener ga habis pikir. Pantes aja gue perhatiin anak mereka kelihatan pendiam sekali. Ada sesuatu di anak itu yang ga bisa gue jelasin sebelumnya. Gue cuma merasa pasti ada sesuatu dengan dia sampai dia jadi pendiam begitu.

Read the rest of this entry

Sampai Bertemu Lagi

Standard

FRIENDS
by Michael W. Smith

Packing up the dreams God planted
In the fertile soil of you
Can’t believe the hopes He’s granted
Means a chapter in your life is through
But we’ll keep you close as always
It won’t even seem you’ve gone
‘Cause our hearts in big and small ways
Will keep the love that keeps us strong

Chorus:
And friends are friends forever
If the Lord’s the Lord of them
And a friend will not say never
‘Cause the welcome will not end
Though it’s hard to let you go
In the Father’s hands we know
That a lifetime’s not too long
to live as friends.

With the faith and love God’s given
Springing from the hope we know
We will pray the joy you’ll live in
Is the strength that now you show

But we’ll keep you close as always
It won’t even seem you’ve gone
‘Cause our hearts in big and small ways
Will keep the love that keeps us strong

  Read the rest of this entry

Aku Ingin Berlari

Standard

Aku Ingin Berlari Bersamamu!!

Aku suka angin, sangat suka angin. Padahal aku sangat mudah masuk angin. Sedikit begadang aja bisa membuatku “tewas” keesokan harinya. Hohoho…

 

Tapi aku tetap suka angin.

Aku suka mengendarai sepeda, melihat ke segala arah, seakan-akan aku berada di “top of the world”. Aku bisa terbang!!

Aku suka duduk di tepi pantai, menantang luasnya air tak bertepi dan langit sore yang menyemburkan warna kuning oranye keemasan sampai terpantul di air.

Aku suka merasakan wajah dan rambutku tertiup angin sore.

 

Tapi satu hal yang ingin kulakukan sekarang ialah..

Aku ingin pergi ke padang, luas tidak berujung.

Rumput-rumputnya tinggi, menguning dengan bulir-bulir di ujungnya, mengayun-ngayun tertiup angin.

Di depanku terbentang langit sore yang selalu kukagumi.

 

Aku ingin berlari sekuat-kuatnya di padang itu. Ingin merasakan angin itu menghembuskan nafasnya di wajahku dan rambutku. Aku ingin terbang, sambil menggenggam tangan-tangan mungil anak-anak.

 

Read the rest of this entry